Puloh sang Bintang di Hati Ayah
Di sebuah kampung kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih tepatnya kaki unit Gg. Burangrang Kampung loneng Desa. Cibjngbun Kec. Bojong Kab. Purwakarta hiduplah seorang anak bernama Saepuloh yang sering di panggil puloh masih sekolah di SMPN 4 Darangdan. Ia tinggal bersama ayahnya, Pak Ade seorang petani dan pemborong kayu yang terkenal tegas dan disiplin.
Pak Ade selalu mengajarkan Puloh untuk bangun pagi, membantu di sawah, menebang pohon di hutan dan belajar dengan sungguh-sungguh. Jika puloh malas atau bermain terlalu lama, Pak Ade akan menegurnya dengan suara keras. "Pulohh hidup ini butuh kerja keras! Jangan malas!" katanya.
Kadang-kadang, Puloh merasa ayahnya tidak menyayanginya. Ia melihat teman-temannya bermain bebas, sementara ia harus bekerja dan belajar. "Kenapa ayah begitu galak?" pikirnya.
Saepuloh di kenal sama teman teman nya jarang berbicara mungkin terlalu sering di tegur oleh ayahnya yang terkenal dengan ketegasaanya dalam mendidik.
(Bersambung) Kamis 13 Februari 2024
Komentar
Posting Komentar