Seni Tradisi Domyak Ikut Meriahkan Parade Budaya Nusantara di HUT Purwakarta, Meski Dihimpit Ancaman Kepunahan
Purwakarta, 20 Juli 2025 – Di tengah derasnya arus modernisasi dan kian langkanya generasi muda yang melestarikan warisan budaya lokal, seni tradisi Domyak tampil memukau dalam Parade Seni Budaya Nusantara berama kontingen kecamatan Darangdan yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Purwakarta ke-54.
Parade yang diikuti oleh berbagai komunitas seni dan budaya dari seluruh penjuru Nusantara ini menjadi panggung penting bagi eksistensi Domyak—sebuah seni pertunjukan dan musik tradisional khas masyarakat pedesaan di lereng Gunung Burangrang.
Dengan kostum kebaya putih,merah-hijau-kuning yang mencolok serta iringan bunyi khas dari alat musik tradisional, para penari siswi SMKN Darangdan dan penari domyak beraksi di hadapan ribuan penonton yang memadati ruas jalan utama kota Purwakarta. Riuh tepuk tangan menyambut penampilan mereka yang energik dan sarat makna filosofis tentang keseimbangan hidup, alam, dan spiritualitas kampung.

Namun di balik gemerlap panggung budaya itu, terselip kekhawatiran. Seni Domyak saat ini berada di ambang kepunahan, seiring menurunnya minat generasi muda dan minimnya dukungan pemerintah Hanya segelintir seniman dan tokoh kampung yang masih bertahan menjaga napas kesenian ini.
"Kami tampil bukan hanya untuk unjuk diri, tapi juga sebagai bentuk perlawanan terhadap lupa. Domyak bukan sekadar tarian, ini adalah identitas kami yang harus terus hidup," ujar satu-satunya pelestari Domyak sejak tahun 2012 sampai saat ini, Yosi Agustiawan, yang juga aktif mengangkat Domyak di berbagai platform digital dan komunitas budaya lokal.
Pemerintah Kecamatan Darangdan Purwakarta mengapresiasinya sebagai seni Domyak masih terjaga Eksistensi nya walaupun ancaman kepunahan menghantui nya, Dalam wawancaranya perwakilan Kecamatan Darangdan menyebutkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan generasi muda dalam pelestarian warisan budaya lokal.
Diharapkan melalui momentum seperti ini, seni Domyak tak hanya dikenal lebih luas, tetapi juga mendapatkan ruang regenerasi yang layak, sehingga tetap lestari di tengah zaman yang terus berubah.(yosinaga)

Komentar
Posting Komentar